SABDA LIVE Ministry Learning Center
Zoom meeting, 14 April 2023
Dr. (Cand). Herawati, M.Th.
GoGrow!
Biblical Counseling,
Digitally!
Konseling di Antara Orang Kristen:
Menjadi identitas kelompok/aliran praktek konseling Kristen
Esensi dasar:
Konseling yang dilakukan orang Kristen untuk orang Kristen dengan
tujuan pembangunan tubuh Kristus yang didasarkan pada Alkitab ->
menolong klien berespon secara benar terhadap panggilan Tuhan dalam
konteks hidupnya sesuai keunikan pergumulan dan dirinya.
Biblical
Counseling
Pastoral
Counseling
Christian
Counseling
Pseudo Biblical Counseling
Dalam praktek: tergantung “man behind the gun”
Pedoman Konseling Kristen:
Alkitab Psikologi
Alkitab: arah, pedoman, prinsip konseling.
Psikologi: alat untuk memahami siapa dan
apa permasalahan klien
Simplifikasi dan
generalisasi
-> Tidak dapat memahami
dan menyiapkan klien untuk
berproses sesuai keunikan
diri dan pergumulannya.
Tujuan akhir: well-
being
-> Berpusat pada diri, tidak
dapat memenuhi panggilan
Tuhan sesuai keunikan
pergumulan dan pribadinya
Peka terhadap
panggilan Allah +
paham keunikan klien
-> Klien mengenal diri,
mengenal panggilan dan
berespon sesuai konteks
pergumulan
Yesus tidak langsung menasihati
perempuan Samaria -> minta minum,
nanya-nanya keluarga, nyatakan
kebenaran, tantangan
Orang akan mau mendengar dan
berubah kalau dimengerti, bukan
dihakimi
Contoh:
Peran Alkitab dan Psikologi dalam Konseling
Himbauan untuk saling menasihati
Ibrani 10:25b
Yohanes 4:1-42
Psikologi
Konseling:
Mulai dengan membangun
relasi, memahami diri klien,
persoalannya, kesiapannya,
menjadi cermin, bangun
awareness, sampaikan
kebenaran, siapkan untuk
berproses
Banyak klien yang marah dan tidak
berubah karena merasa dihakimi
ketika konseling di gereja
Realita
Digital Counseling!
Intervensi terapeutik yang dilakukan dengan media
komunikasi komputer
Bentuk Digital Counseling:
Digital Counseling
Asynchronous Synchronous
Audio
(telepon)
Chat
(live chat: WA,
SMS, aplikasi)
Chat Video call
Peluang Digital Counseling:
Penuhi kebutuhan
konselor di daerah yang
jauh bahkan luar negeri.
01 Jangkauan
Lebih murah
02 Ekonomi
Bagi klien yang sulit terbuka,
emotional deficient, yang
masih coba-coba
03 ”aman”
Perkembangan jaringan
internet makin baik ->
kesiapan teknologi
04
Infrastruktur
Tantangan “ketidakhadiran”:
Distraksi di lokasi,
masalah jaringan,
kesiapan klien.
Ketidakhadiran: keterbatasan
ekspresi emosi, impresi
managemen, anonimitas
Sulit mengamati body
language, perubahan
emosi dll
Sulit dilakukan pada kasus
yang berat dan konselor yang
kurang berpengalaman.
Kesulitan fokus
Kesulitan cue
Kesulitan proses
Kasus khusus
Perlu Perhatian dalam
Digital Counseling:
Konseling bukan hanya transfer
informasi tetapi therapeutic process
-> hal-hal yang berkaitan dengan
proses harus menjadi perhatian.
Proses
Konseling online memerlukan skill
konselor yang baik -> hati-hati
dengan jebakan rasa kompeten.
Skill
Keterbatasan konseling digital harus
disadari dan diperhatikan -> tahu kapan
harus menahan diri, perhatikan
kecocokan klien/konselor dengan
metode yang dipilih.
Batas
Kesimpulan:
Peran Alkitab dan psikologi tidak dapat
diabaikan dalam konseling termasuk
konseling digital.
Konseling digital merupakan peluang
pelayanan yang besar namun memiliki
batasan.
Diperlukan kesadaran dan upaya untuk
mengantisipasi potensi kendala
“ketidakhadiran.”
Soli Deo
Gloria
herawati@reformedindonesia.ac.id

GoGrow! Biblical Counseling, Digitally!

  • 1.
    SABDA LIVE MinistryLearning Center Zoom meeting, 14 April 2023 Dr. (Cand). Herawati, M.Th. GoGrow! Biblical Counseling, Digitally!
  • 2.
    Konseling di AntaraOrang Kristen: Menjadi identitas kelompok/aliran praktek konseling Kristen Esensi dasar: Konseling yang dilakukan orang Kristen untuk orang Kristen dengan tujuan pembangunan tubuh Kristus yang didasarkan pada Alkitab -> menolong klien berespon secara benar terhadap panggilan Tuhan dalam konteks hidupnya sesuai keunikan pergumulan dan dirinya. Biblical Counseling Pastoral Counseling Christian Counseling Pseudo Biblical Counseling Dalam praktek: tergantung “man behind the gun”
  • 3.
    Pedoman Konseling Kristen: AlkitabPsikologi Alkitab: arah, pedoman, prinsip konseling. Psikologi: alat untuk memahami siapa dan apa permasalahan klien Simplifikasi dan generalisasi -> Tidak dapat memahami dan menyiapkan klien untuk berproses sesuai keunikan diri dan pergumulannya. Tujuan akhir: well- being -> Berpusat pada diri, tidak dapat memenuhi panggilan Tuhan sesuai keunikan pergumulan dan pribadinya Peka terhadap panggilan Allah + paham keunikan klien -> Klien mengenal diri, mengenal panggilan dan berespon sesuai konteks pergumulan
  • 4.
    Yesus tidak langsungmenasihati perempuan Samaria -> minta minum, nanya-nanya keluarga, nyatakan kebenaran, tantangan Orang akan mau mendengar dan berubah kalau dimengerti, bukan dihakimi Contoh: Peran Alkitab dan Psikologi dalam Konseling Himbauan untuk saling menasihati Ibrani 10:25b Yohanes 4:1-42 Psikologi Konseling: Mulai dengan membangun relasi, memahami diri klien, persoalannya, kesiapannya, menjadi cermin, bangun awareness, sampaikan kebenaran, siapkan untuk berproses Banyak klien yang marah dan tidak berubah karena merasa dihakimi ketika konseling di gereja Realita
  • 5.
    Digital Counseling! Intervensi terapeutikyang dilakukan dengan media komunikasi komputer
  • 6.
    Bentuk Digital Counseling: DigitalCounseling Asynchronous Synchronous Audio (telepon) Chat (live chat: WA, SMS, aplikasi) Chat Video call
  • 7.
    Peluang Digital Counseling: Penuhikebutuhan konselor di daerah yang jauh bahkan luar negeri. 01 Jangkauan Lebih murah 02 Ekonomi Bagi klien yang sulit terbuka, emotional deficient, yang masih coba-coba 03 ”aman” Perkembangan jaringan internet makin baik -> kesiapan teknologi 04 Infrastruktur
  • 8.
    Tantangan “ketidakhadiran”: Distraksi dilokasi, masalah jaringan, kesiapan klien. Ketidakhadiran: keterbatasan ekspresi emosi, impresi managemen, anonimitas Sulit mengamati body language, perubahan emosi dll Sulit dilakukan pada kasus yang berat dan konselor yang kurang berpengalaman. Kesulitan fokus Kesulitan cue Kesulitan proses Kasus khusus
  • 9.
    Perlu Perhatian dalam DigitalCounseling: Konseling bukan hanya transfer informasi tetapi therapeutic process -> hal-hal yang berkaitan dengan proses harus menjadi perhatian. Proses Konseling online memerlukan skill konselor yang baik -> hati-hati dengan jebakan rasa kompeten. Skill Keterbatasan konseling digital harus disadari dan diperhatikan -> tahu kapan harus menahan diri, perhatikan kecocokan klien/konselor dengan metode yang dipilih. Batas
  • 10.
    Kesimpulan: Peran Alkitab danpsikologi tidak dapat diabaikan dalam konseling termasuk konseling digital. Konseling digital merupakan peluang pelayanan yang besar namun memiliki batasan. Diperlukan kesadaran dan upaya untuk mengantisipasi potensi kendala “ketidakhadiran.”
  • 11.